JawaPos.com – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fritz Edward Siregar mengakui partisipasi masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran tahapan kampanye Pilkada serentak 2020 di media sosial (medsos) masih kurang atau minim. Salah satunya mengajak para stakeholder atau pemangku kebijakan untuk duduk bersama menyamakan persepsi dalam menangani pelanggaran konten internet. Dia meyakinkan, di masyarakat ada kesan belum terdapat pemahaman yang sama pada jajaran stakeholder dalam menangani konten-konten medsos. “Karena persepsi yang belum sama, masyarakat terkena imbasnya,” tuturnya“Sehingga mereka belum paham apa yang dimaksud dengan ujaran kebencian dan disinformasi. Dia mengatakan ketidaktahuan masyarakat menyebabkan langgengnya hoaks dan ujaran kebencian di medsos.
Source: Jawa Pos November 14, 2020 01:55 UTC