Militer sebelumnya terlihat di titik-titik strategis di Istanbul dengan jet yang terbang rendah di Ankara. REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah melakukan penerbangan ke Istanbul, setelah sebuah kelompok militer melakukan kudeta. Dalam kesempatan itu, Erdogan menyerukan rakyat untuk turun ke jalan menentang pemberontakan. Tapi Perdana Menteri Binali Yildirim kemudian mengatakan, situasi itu sebagian besar di bawah kendali dan zona larangan terbang dinyatakan di atas ibu kota Ankara. "Saya mendesak rakyat Turki untuk berkumpul di alun-alun publik dan bandara, saya tidak pernah percaya pada kekuatan yang lebih tinggi dari kekuatan rakyat," katanya dilansir BBC News, Sabtu (16/7).
Source: Republika July 16, 2016 02:03 UTC