AP PhotoTEMPO.CO, Jakarta - Aktivis dari Purple Code Dhyta Caturani menganggap pemerintah tidak memiliki mekanisme yang jelas dalam hal pemblokiran situs-situs di internet. Mekanisme penutupan yang dilakukan pemerintah hanya berdasarkan penggunaan kata kunci dan laporan. "Mekanismenya belum jelas dan transparan," kata dia di acara Kelas Muda Demokrasi Digital, Jakarta, Sabtu, 14 Januari 2017. Menurut Dhyta, upaya pemblokiran terhadap situs yang dianggap berbahaya tidak akan efektif. Lebih lanjut, ia menyarankan hal yang mestinya dilakukan pemerintah ialah membangun literasi dan mendorong kompetisi di level wacana.
Source: Koran Tempo January 14, 2017 09:41 UTC