REPUBLIKA.CO.ID, AUCKLAND -- Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini tinggal di Selandia Baru meningkatkan kewaspadaan menyusul aksi terorisme yang menyerang dua masjid di Kota Christchurh, Selandia Baru pada Jumat (15/3) siang. Para pelajar yang kini melanjutkan studi di Negeri Kiwi pun memilih berdiam di rumah demi mengikuti imbauan pemerintah Indonesia pascainsiden di Christchurh. Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Auckland, Widiyanto Kurniawan, menyebutkan bahwa sekitar 200 pelajar di ibu kota Selandia Baru tersebut telah menerima imbauan KBRI di Wellington untuk meningkatkan kewaspadaan. Meskipun kondisi mulai stabil, Widi menyebutkan, para pelajar lebih memilih tidak melakukan aktivitas luar ruang. Sebelumnya, setidaknya 49 orang telah tewas dalam serangan teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.
Source: Republika March 15, 2019 10:09 UTC