REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat terorisme dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai serangan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur dilakukan untuk menciptakan teror atau ketakutan masyarakat. Serangan bom ini terjadi pada Rabu (24/5) malam. Dalam serangan bom di terminal Kampung Melayu ini, dua pelaku dinyatakan tewas di tempat. "Hasil olah TKP kembali harus saya sampaikan, ternyata ada dua pelaku yang meninggal. Setya mengatakan bom yang diledakkan pelaku di terminal Kampung Melayu itu menyebabkan tiga anggota polisi tewas di tempat.
Source: Republika May 25, 2017 03:11 UTC