Polisi Prancis berjaga di sekitar markas besar polisi di Paris pasca insiden serangan senjata tajam pada Kamis, 3 Oktober 2019. ReutersTEMPO.CO, Paris – Seorang staf teknologi informasi di markas besar polisi Prancis diduga memiliki pandangan radikal mengenai Islam sebelum melakukan serangan senjata tajam. Pelaku tewas tertembak dalam peristiwa yang terjadi pada Kamis, 3 Oktober 2019. Korban dari serangan senjata tajam Harpon tewas pada saat sedang menikmati santap siangnya di kantor, yang terletak berdekatan dengan Katedral Notre-Dame. Serangan teroris lainnya terjadi di Bataclan terhadap warga Prancis yang sedang menonton konser dan menewaskan 131 orang yang dilakukan simpatisan ISIS sebanyak 7 orang.
Source: Koran Tempo October 06, 2019 04:52 UTC