Bahkan, untuk rumah sakit Sardjito, dalam sehari bisa menghasilkan limbah medis mencapai 700 kilogram (kg). Sayangnya, pengelolaan limbah medis di DIY masih melibatkan pihak ketiga. Inisiator pembentukan komunitas limbah medis dan B3, yang juga dosen departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM, Dr Ir Sarto mengatakan, pembuangan limbah medis tidak diambil secara rutin oleh pihak ketiga. Sarto mengatakan, melalui pembentukan komunitas ini, pihaknya akan mendorong pemerintah daerah untuk mengelola limbah medis secara mandiri. "Pemda DIY termasuk salah satu daerah yang akan mengusulkan pengelolaan limbah medis secara mandiri dengan menyediakan tempat untuk pengelolaan limbah tersebut.
Source: Suara Pembaruan October 26, 2019 08:26 UTC