JawaPos.com – Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati meminta Pemerintah untuk angkat bicara terkait peretasan terhadap sejumlah pegiat antikorupsi. Sebab penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga sejumlah peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) mengalami peretasan. Dia menduga, pelaku memiliki teknologi canggih yang bisa menyadap para pegiat antikorupsi. Karena itu, Asfinawati pun meminta pihak WhatsApp dan Telegram untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan peretasan terhadap para pegiat antikorupsi. Hal ini untuk melihat siapa pelaku yang berani meretas para pegiat antikorupsi.
Source: Jawa Pos May 21, 2021 09:54 UTC