JawaPos.com - Riset yang dilakukan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany dikritisi. Sebab, studi yang menyebut perokok aktif akan mulai berhenti merokok jika harga dinaikkan menjadi dua kali lipat dianggap tidak rasional. Ketua Panja RUU Pertambakauan Firman Soebagyo menilai, yang meluncurkan wacana itu bagian dari gerakan anti tembakau yang ingin mematikan industri rokok nasional. jangan dikira gak tau kita. Kita tau semua.
Source: Jawa Pos August 19, 2016 14:26 UTC