JawaPos.com – Pemprov Jatim berencana menambah jumlah tenaga kerja terampil. Salah satu caranya menjalin kerja sama dengan TNI-AL untuk mengadakan pelatihan tenaga kerja. Soekarwo menyatakan, sekitar 42 persen tenaga kerja di Jawa Timur berstatus tidak lulus SD. Lembaga pendidikan TNI-AL di Surabaya dianggap punya potensi besar. Pemprov ingin tenaga kerja tanpa keterampilan itu belajar di lembaga pendidikan TNI-AL.
Source: Jawa Pos January 25, 2017 02:43 UTC