REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Penasihat keamanan Presiden Donald Trump, Letnan Jenderal HR McMaster mengatakan tak ingin menggunakan istilah teroris radikal Islam untuk menyebut ancaman teroris yang berkali-kali dihadapi oleh Amerika Serikat. Sejumlah staf mengatakan, mereka bingung dengan adanya perbedaan cara pandang antara McMaster dengan Presiden AS Trump. Seperti dilansir Guardian, Sabtu, (24/2), seorang staf mengatakan, McMaster tak mau menggunakan istilah teroris radikal Islam sebab teroris itu tidak islami. Sejumlah narasumber mengatakan, McMaster tak nyaman dengan para staf Gedung Putih yang memiliki pandangan bahwa teroris itu berasal dari agama tertentu. Pandangan ini jauh berbeda dengan pandangan Trump terhadap Rusia.
Source: Republika February 26, 2017 01:41 UTC