JawaPos.com - Pelaksanaan renovasi gedung DPRD DKI Jakarta secara berturut-turut sejak 2012 menunjukan ada permainan dana abadi rehab gedung wakil rakyat tersebut. Untuk memastikan ada permainan dalam penggunaan dana abadi rehab gedung yang menyedot anggaran ratusan miliar rupiah itu, perlu dilakukan penyelidikan oleh aparat hukum. Apalagi kala itu, Partai Demokrat mendominasi kursi di DPRD DKI Jakarta, yakni dengan 32 kursi dari 97 kursi secara keseluruhan. "Anggaran rehab Gedung DPRD itu dimulai sejak 2012 berturut-turut sampai 2014. Totalnya lebih dari Rp 155 miliar dengan rincian, di 2012 sebanyak Rp 80 miliar; 2013 Rp 48 miliar dan 2014 sebanyak Rp 18 miliar," ungkap Uchok Khadafi di Jakarta, Selasa (26/7).
Source: Jawa Pos July 26, 2016 17:15 UTC