Meskipun saat ini dirasakan menguntungkan konsumen, strategi obral tarif justru malah mengancam konsumen dan mitra pengendara di masa mendatang. Dina mengatakan jika praktik predatory pricing berhasil memunculkan satu pemain dalam satu bisnis, maka pemerintah sekalipun akan kesulitan untuk mengendalikan harga. Di sisi lain, pemain tunggal dalam sebuah usaha akan dengan mudah memainkan tarif karena memegang penuh kendali atas konsumen. Ia menururkan predatory pricing menjadi salah satu strategi dengan menekan harga produk serendah mungkin supaya dapat menyingkirkan pesaing dari pasar. Selain berimbas kepada konsumen, strategi menggempur dengan diskon juga akan menjadi kerugian para mitra pengemudi jasa berbasis aplikasi, serta ekosistem UMKM yang tengah bangkit di dalamnya.
Source: Republika March 15, 2019 16:52 UTC