Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia Ridwan Habib mengatakan penyerangan terorisme berupa penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto lazim disebut sebagai teknik Ightiyalat atau pembunuhan senyap. "Dalam hal ini Wiranto diserang bukan karena pribadinya tapi statusnya sebagai Menko Polhukam," kata Ridwan di Jakarta, Jumat (11/10/2019). Ia menjelaskan apa yang dilakukan sebagai bagian dari doktrin jihad kelompok JAD. Doktrin itu menyebutkan membunuh tagut adalah seutama-tamanya jihad. "Wiranto dianggap sebagai representasi tagut," tegasnya.
Source: Suara Pembaruan October 11, 2019 06:45 UTC