"Secara umum, saya melihat kunjungan Raja Arab Saudi Salman tak terkait situasi politik kekinian di Indonesia, khususnya di Jakarta," kata Adi, menegaskan. Menurutnya, kunjungantersebut lebih pada bagaimana respon Arab Saudi terhadap situasi politik global, terutama berkaitan dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. "Termasuk pengaruh Arab Saudi di Timur Tengah yang mulai disaingi oleh Iran," katanya. "Terlalu sepele sebenarnya jika kunjungam Raja Arab ini hanya terkait kasus penistaan agama maupun munculnya gerakan Islam radikal di Indonesia," ujarnya. Silakan baca: Pengamat: Raja Arab Datang, Momentum Alihkan Hegemoni BaratMenurutnya, kunjungan Raja Arab tersebut ke Indonesia lebih pada konteks politik global yang lebih makro.
Source: Koran Tempo February 26, 2017 04:52 UTC