REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Informasi yang dihasilkan oleh sindikat Saracen dinilai tidak bisa disamakan dengan portal berita yang memuat berita-berita sesuai prinsip jurnalisme. Pengamat Informasi dan Teknologi, Rubi Alamsyah, melihat informasi yang disajikan situs penebar kebencian itu sebagian besar berisi hoax sebagai ungkapan kebencian. "Pihak kepolisian memang belum beri keterangan apakah informasi mereka hoax atau tidak, tapi intinya Saracen bukan sebuah informasi jurnalisme," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id via sambungan telepon, Jumat (25/8). Dalam sebuah informasi jurnalisme, kata Rubi, perlu adanya data valid, klarifikasi, verifikasi, dan konfirmasi dari kedua sisi yang sedang diberitakan. Sementara Saracen tidak mengikuti etika-etika jurnalisme serta undang-undang (UU), bahkan informasi yang disajikan hanya berisi ujaran kebencian.
Source: Republika August 25, 2017 11:48 UTC