Salah satunya, indikasi adanya kebocoran soal ujian yang telah menyebar ke siswa. Koordinator Bidang Pendidikan Ombudsman Jatim Vice Admira Firmaherera mengungkapkan, kebocoran soal itu diketahui ketika beberapa siswa SMA di Surabaya diwawancarai. Sementara itu, jika di sekolah lain siswa menjalankan ujian nasional berbasis komputer, masih ada siswa yang melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil. Berbeda dengan SMA reguler yang mengadakan ujian nasional selama empat hari hingga besok (13/4), siswa SMALB mengikuti ujian hanya tiga hari. Karena itu, tidak ada materi listening.
Source: Jawa Pos April 12, 2017 11:15 UTC