Dia juga menyebut para pengemudi ojek online (ojol) yang masih menggunakan sepeda motor berbahan bakar minyak mau beralih ke sepeda motor listrik, tetapi dengan syarat. “Kami setuju dan siap mendukung dengan syarat bebaskan pajak kendaraan bermotor listrik bagi ojol sehingga konversi kendaraan BBM ke kendaraan listrik untuk ojol bisa berjalan efektif dan menjadi stimulus mempercepat konversi tersebut,” kata Igun kepada Tempo, Kamis, 6 Oktober 2022. “Jadi untuk memudahkan pengemudi ojol agar bisa memiliki sepeda motor listrik,” kata Igun. Agus optimistis mampu mencapai target dua juta sepeda motor listrik tersebut, mengingat animo dari para investor untuk membuka fasilitas produksi motor listrik cukup besar. Sementara itu, dalam mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik, Agus mengambil contoh kebijakan potongan pajak bagi kendaraan listrik di Thailand.
Source: Koran Tempo October 06, 2022 19:33 UTC