25 wanita telah dilatih di bidang kerajinan tanganREPUBLIKA.CO.ID, SAMARRA -- Menjual hasil kerajinan tangan adalah salah satu cara yang diandalkan para pengungsi wanita di Irak untuk menafkahi keluarga mereka. Lamia Rahim, satu dari puluhan wanita yang mengungsi karena kekerasan, merangkai manik-manik menjadi sebuah hiasan yang bernilai. "125 wanita telah dilatih di bidang kerajinan tangan, termasuk membuat miniatur manik-manik," kata presenter radio lokal Iman Ahmad yang mendirikan proyek ini setahun yang lalu. Kerajinan yang dibuat oleh para wanita telah terjual di beberapa pameran termasuk pameran lokal. Ahmad mengatakan setiap bulan kerajinan tangan kolektif tersebut mampu menghasilkan sekitar 1.000 dolar AS atau sekitar Rp 13 juta.
Source: Republika January 28, 2018 21:51 UTC