KOMPAS.com - Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai, penunjukan 12 wakil menteri bukan hal yang tepat. Menurut dia, penunjukan 12 wakil menteri justru membuat Kabinet Indonesia Maju semakin "gemuk" dan kontradiktif dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk menyederhanakan birokrasi. Syamsuddin mengatakan, keputusan Jokowi ini bertolak belakang dengan wacana pemangkasan birokrasi yang disampaikannya. Arya mengatakan, penunjukan para wakil menteri tak sejalan dengan pernyataan Presiden yang ingin membenahi birokrasi, merampingkan birokrasi, sehingga dapat bekerja dengan cepat. "Bila struktur kabinet yang akomodatif seperti ini ya susah juga diprediksi bagaimana kinerja pemerintah untuk membenahi birokrasi," ujar Arya.
Source: Kompas October 26, 2019 08:26 UTC