Padahal, kata spesialis kandungan dr Hendy Hendarto SpOG (K), sekarang perempuan dan laki-laki menyumbang kontribusi terjadinya fertilitas yang sama. Mengutip sebuah penelitian, 40 persen penyebab dari laki-laki, 40 persen dari perempuan. Menurut Henry, pemeriksaan fertilitas pada laki-laki jauh lebih mudah dan murah daripada perempuan. Pada perempuan harus dilakukan pemeriksaan fisik, USG Vagina, hormon, HSG, dan bila diperlukan sampai dengan laparoskopi diagnostik. Sedangkan pada laki-laki, dilakukan pemeriksaan fisik terhadap alat reproduksinya dan hanya dilanjutkan dengan analisa sperma.
Source: Jawa Pos September 04, 2017 16:18 UTC