Menteri Keuangan Sri Mulyani membacakan pandangan akhir Pemerintah atas RUU tentang APBN saat rapat paripurna ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September 2020. TEMPO/M Taufan RengganisTEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proses penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) kementerian dan lembaga, serta daftar alokasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) APBN 2021 dilaksanakan lebih awal. "Hal itu diharapkan dapat mendukung penanganan Covid-19, PEN dan berbagai prioritas pembangunan strategis," kata Sri Mulyani dalam penyerahan DIPA dan TKDD 2021 oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana yang disiarkan secara virtual Rabu, 25 November 2020. Dia menuturkan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021 dilaksanakan dalam situasi yang sangat menantang akibat Covid-19. Sesuai Peraturan Presiden Nomoe 72 Tahun 2020, kata dia, APBN tahun 2020 diperkirakan akan mengalami 6,34 persen dari Produk Domestik Bruto atau Rp 1.039 triliun.
Source: Koran Tempo November 25, 2020 04:52 UTC