Jambi, Beritasatu.com - Pembalakan liar dan perambahan hutan yang kian masif dan tak terkendali di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi membuat komunitas Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di daerah itu semakin tersingkir. “Penyelamatan dan pemberdayaan Orang Rimba di Jambi sangat membutuhkan sinergitas antarlembaga secara solid. “Tingginya kerusakan di Provinsi Jambi antara lain disebabkan kebakaran hutan, pembalakan liar, konversi hutan untuk perkebunan kelapa sawit dan perambahan hutan,”ujarnya. Sementara itu antropolog Universitas Diponegoro (Undip) Adi Prasetijo pada diskusi penyelamatan Orang Rimba di Jambi, baru-baru ini menjelaskan, Orang Rimba di Jambi hingga kini masih membutuhkan hutan sebagai tempat bermukim dan sumber penghidupan. Sementara menurut catatan SP, saat ini sudah ada beberapa perusahaan HTI di Tebo, Jambi yang melakukan program penyelamatan dan pemberdayaan Orang Rimba.
Source: Suara Pembaruan January 19, 2020 09:56 UTC