REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho menjelaskan, guna mendorong investasi, pemerintah perlu memprioritaskan permasalahan mendasar terlebih dahulu. Andry mengatakan, salah satu hal yang patut dilakukan pemerintah adalah evaluasi mendalam mengenai investasi paket kebijakan ekonomi saat ini. Selain itu, Andry menambahkan, masih belum ada perbaikan institusional yang terintegrasi antara pusat dengan daerah. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, setidaknya dibutuhkan investasi Rp 5.802,6 triliun hingga Rp 5.823,2 triliun untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,3 sampai 5,6 persen pada 2020. Sekitar 72 persen di antaranya atau sekitar Rp 4.205 triliun hingga Rp 4.221,3 triliun berasal dari swasta/ masyarakat.
Source: Republika June 14, 2019 10:23 UTC