"Sekarang dampaknya perbankan enggak mau realisasi KPR, karena standar yang diberikan dengan stok rumah yang sudah dibangun tidak mengikuti aturan (Perkim). Sementara stok di lapangan sekarang lebih dari 30.000 unit," ujar Ketua Apersi Junaedi Abdillah saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/2/2018). Junaedi menyimpulkan, perbankan kemudian menolak KPR sejumlah unit rumah tersebut. "Sekarang rumah sudah berdiri, pondasi juga sudah, dipaksa mengikuti Perkim, makanya perbankan gak mau KPR," jelas Junaedi. Selain di Jabar, stok rumah siap huni juga terdapat di Banten sebanyak 5.391 unit.
Source: Kompas February 08, 2018 09:22 UTC