Perdebatan Utang Luar Negeri, Kemenkeu: Kita Baru Pintar Mengkritik - News Summed Up

Perdebatan Utang Luar Negeri, Kemenkeu: Kita Baru Pintar Mengkritik


Utang Luar Negeri dalam Valas perusahaan yang memiliki sumber pendapatan dalam Rupiah akan menghadapi risiko nilai tukar. TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Strategi dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Schneider Siahaan menyatakan, permasalahan utama pertumbuhan ekonomi berkaitan dengan lima aspek. Belum bisa di level solusi," ujar Schneider dalam diskusi Iluni Universitas Indonesia di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, Selasa, 3 April 2018. Menurut dia, aset utama pembangunan ekonomi ada di kualitas SDM. Ihwal kualitas SDM, hingga saat ini 60 persen sektor jasa disumbangkan terhadap PDB Indonesia.


Source: Koran Tempo April 03, 2018 10:07 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */