KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Peredaran produk palsu di kawasan Asia Tenggara dipandang sudah mengkhawatirkan. Stryszowski, yang telah mengikuti isu tersebut di sejumlah negara maju selama 10 tahun, menyebut bahwa skala masalah produk palsu di Asia Tenggara terus tumbuh. Baca juga : Kerugian Ekonomi akibat Barang Palsu Capai Rp 65,1 Triliun"Saat ini produk palsu dapat mencakup produk konsumer bermerek, suku cadang, baterai, dan produk bisnis-ke-bisnis hingga ke produk konsumen biasa seperti pasta gigi, kosmetik, dan makanan," sebut Stryszowski. Hal yang mengkhawatirkan adalah cakupan (pemalsuan) juga meluas, semakin banyak produk yang diserang atau ditiru," imbuh dia. Baca juga : Barang Palsu Marak, Kemendag Bakal Tingkatkan StandardisasiLaporan itu juga memperingatkan bahwa bisnis barang abal-abal merupakan ancaman ekonomi yang serius.
Source: Kompas April 02, 2018 13:41 UTC