REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2020 terkontraksi mencapai minus 5,32 persen. Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, angka tersebut merupakan yang terendah sejak krisis pada 1999 lalu. "Pertumbuhan kuartal ini kalau dilacak terendah sejak kuartal I 1999 waktu krisis ekonomi. Beberapa negara mitra dagang utama Indonesia yang mengalami pertumbuhan ekonomi minus, yakni Amerika Serikat sebesar minus 9,5 persen, Singapura minus 12,6 persen, Korea Selatan minus 2,9 persen, Hong Kong minus sembilan persen dan Eropa 14,4 persen. Sementara itu, China kembali tumbuh 3,2 persen setelah minus pada kuartal I sebesar minus 6,8 persen.
Source: Republika August 05, 2020 05:56 UTC