KOMPAS.com - Elizarni dan Salmiah Ariyana prihatin akan nasib perempuan korban konflik di tengah pandemi virus corona. Mereka melihat, perempuan dan anak-anak paling merasakan dampak dari situasi terburuk pada saat pandemiElizarni, pegiat isu perempuan asal Aceh itu bergabung dengan Beujroh, organisasi pemberdayaan perempuan korban konflik Aceh, termasuk ‘kampung janda’ di Pidie. Baca juga: Sinergi Gerak Masyarakat Masuk New Normal, dari Akademisi hingga PerempuanFokus mereka meluas setelah tsunami melanda pada Desember 2004, dan kini pandemi membuat para perempuan itu kesulitan keuangan. Paket-paket itu diserahkan kepada sejumlah anggota Beujroh yang beranggotakan lebih dari 900 perempuan dari 9 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. “Saya berharap bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan untuk meneruskan hidup karena tidak tahu kapan pandemi COVID-19 berakhir,” jelas dia.
Source: Kompas June 27, 2020 02:03 UTC