BRUSSELS, KOMPAS.com - Dua perempuan Yazidi asal Irak yang diculik militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) pada 2014 dianugerahi Penghargaan Sakharov dari Parlemen Eropa untuk kebebasan berpikir dan mengemukakan pendapat. Dua dari ribuan perempuan etnis minoritas Yazidi ini diculik dan sempat dijadikan budak seks oleh kelompok Islamis radikal itu. Keduanya diculik dari desa mereka di dekat Sinjar, Irak barat laut, pada musim panas 2014, . Basee dan Bashar kini dianggap sebagai pemimpin dalam gerakan untuk melindungi warga Yazidi lainnya yang tinggal di kawasan-kawasan yang diserbu ISIS. Biasanya penghargaan Sakharov diberikan setiap tahun kepada para pembela hak asasi manusia (HAM).
Source: Kompas October 27, 2016 15:46 UTC