TEMPO.CO, Jakarta - Peretas China telah menyerang beberapa kontraktor Angkatan Laut AS, dan dilaporkan berhasil dalam beberapa kesempatan selama 18 bulan terakhir. Peretas dilaporkan telah mengakses sistem beberapa kontraktor. Peretas dilaporkan mencuri rencana awal tahun ini untuk "rudal anti-kapal supersonik" yang dimaksudkan untuk digunakan oleh kapal selam AS. Awal pekan ini, seorang pejabat Badan Keamanan Nasional mengatakan aktivitas peretasan Cina telah meningkat di AS dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, beberapa pejabat AS mencurigai Cina berada di belakang peretas Marriott yang mengungkapkan informasi pribadi hingga 500 juta orang.
Source: Koran Tempo December 16, 2018 01:41 UTC