Aleppo diguncang rentetan ledakan sepanjang hari ketika pasukan pro-pemerintah, termasuk pejuang asing yang dikirim dari Lebanon, Irak, dan Iran, menyerang kawasan yang dikuasai pasukan pemberontak tersebut. Kekalahan kelompok pemberontak di Aleppo menandai kekalahan terbesar sejak 2011, ketika agresi pemerintah memicu perang saudara kala itu. Jurubicara Militer Brigadir Jenderal Samir Suleiman kepada Associated Press di Aleppo, lantas menegaskan, pasukan pemerintah akan melanjutkan perjuangan untuk merebut Aleppo. Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperkirakan lebih dari 31.000 orang melarikan diri dari tempat tinggal mereka sejak pasukan pro pemerintah mulai masuk ke bagian timur Aleppo, sepekan lalu. Kini, tak seakan tak ada pilihan lagi bagi para pemberontak, pergi atau mati di Aleppo.
Source: Kompas December 05, 2016 07:34 UTC