Bea Cukai)TEMPO.CO, Palangka Raya - Kondisi perkebunan rotan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, yang merupakan sentra penghasil rotan, saat ini mulai terpuruk. Ronald mengatakan dengan terus terpuruknya harga rotan dan belum dibukanya keran ekspor rotan mentah dan rotan setengah jadi membuat sejumlah petani rotan putus asa dan besar kemungkinan lahan yang selama ini ditanami rotan berubah menjadi kebun kelapa sawit karena lebih menguntungkan. "Kita berharap kepada pemerintah dalam hal ini Menteri Perdagangan untuk mau membuka keran ekspor rotan," ujarnyaSeperti diketahui sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35 Tahun 2011 mengenai larangan ekspor rotan dalam bentuk mentah dan setengah jadi, harga rotan turun drastis hingga Rp 2.200 per kilogram. Nurul Edy, Asisten II Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan pihaknya sudah beberapa kali meminta untuk dibuka keran ekspor itu. Pemerintah Kalimantan Tengah dan Katingan sebagai penghasil rotan terbanyak sudah berusaha mengembangkan rotan menjadi bahan produk namun hasilnya tidak maksimal.
Source: Koran Tempo October 11, 2019 22:41 UTC