REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraeni, menegaskan pentingnya keterbukaan atau tranparansi tata kelola anggaran Pilkada Jawa Barat (Jabar) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mengingat, anggaran yang digelontorkan untuk Pilkada Jabar cukup besar, mencapai Rp 1,2 triliun. Menurut Titi, transparansi penting dilakukan sebagai salah satu prinsip untuk mewujudkan penyelenggaraan Pilkada yang efektif dan efisien. Sehingga, Pilkada yang akan dijalani ke depan tidak mudah disusupi, maupun ditemukan penyimpangan-penyimpangan. Menurut Titi, KPU memang menyebutkan sebesar 60 persen dari total anggaran digunakan untuk membayar honorarium.
Source: Republika October 29, 2017 22:30 UTC