Namun, wacana yang berkembang belakangan ini hanya soal siapa berpasangan siapa melawan siapa. Sementara nyaris tak terdengar ide dan gagasan yang ditawarkan untuk membawa Indonesia lebih baik ke depan. Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengatakan, Pemilu yang miskin ide dan gagasan tidak terlepas dari perilaku elite politik yang hanya mengedepankan perbedaan pilihan politik. Elite, kata Titi tidak berupaya untuk mengedukasi pemilih mengenai kedewasaan berpolitik dengan saling menghargai keberagaman dan perbedaan politik. Tak hanya itu, elite politik pun hanya membangun narasi soal figur tanpa menyertakan mengenai gagasan dan program yang diusung.
Source: Suara Pembaruan April 30, 2018 02:48 UTC