REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengatakan seharusnya tidak ada aktivitas kampanye yang berlangsung pada masa tenang. Namun dia menyayangkan digunakannya masa tenang untuk melakukan kampanye terselubung demi meningkatkan suara. "Nyatanya justru di masa tenang para Paslon merasa tidak tenang. Sehingga kampanye terselubung dilakukan untuk mengakali masa tenang," ujar Titi, Ahad (16/4) sore. Dia mengatakan, kampanye terselubung itu tentu dikemas sedemikian rupa sehingga tak memenuhi unsur kampanye, seperti membagikan uang ataupun barang tanpa disertai ajakan untuk memilih calon.
Source: Republika April 16, 2017 10:41 UTC