Mutasi virus Korona diduga terjadi pada bayi di dalam kandungannya. Ibu tersebut memang sudah terinfeksi Covid-19. Para dokter memperhatikan bahwa bayi yang belum lahir memiliki detak jantung yang sangat rendah, yang bisa menjadi tanda bahwa bayi tersebut tidak mendapatkan cukup oksigen. Tes darah dari bayi memastikan bahwa bayi itu memiliki oksigen yang sangat rendah, dan usap tenggorokan menunjukkan bahwa ibu dan bayinya menderita Covid-19. Dengan menggunakan usap tenggorokan dari ibu dan bayi baru lahir, genom virus diurutkan untuk memastikan kemungkinan bayi telah terinfeksi Covid-19 saat masih dalam kandungan.
Source: Jawa Pos March 03, 2021 01:18 UTC