JawaPos.com - HSBC menyebut perusahaan Asia Tenggara, terancam disisihkan dari rantai pasokan perusahaan multinasional apabila tidak mengimplementasikan strategi Environmental, Social dan Governance (ESG). Faktanya, rantai pasokan adalah penggerak terpenting kedua bagi kebanyakan perusahaan-perusahaan Asia. Kesenjangan antara adopsi strategi ESG oleh perusahaan Eropa dan Asia, dan sensitivitas perusahaan-perusahaan Asia terhadap tekanan pemangku kepentingan dan inisiatif rantai pasokan memunculkan pertanyaan tentang apa artinya ini bagi rantai pasokan atau supply chain. ASEAN semakin menjadi ‘gudangnya' rantai pasokan bagi beberapa benteng sektor untuk Jerman, Perancis, Inggris dan Cina, termasuk diantaranya elektronik, tekstil dan otomotif,” tuturnya. Perusahaan- perusahaan ini membuat pernyataan yang sangat jelas dan lantang mengenai strategi ESG mereka.
Source: Jawa Pos September 18, 2018 11:26 UTC