REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah survei yang dilakukan IHS Markit/ Recruitment and Employment Confederation menunjukkan, pertumbuhan jumlah rekrutmen di Inggris melalui agen perekrutan melambat bulan lalu di London untuk pertama kalinya dalam hampir setahun karena Brexit mempersulit perusahaan untuk mencari staf. Lembaga tersebut mengatakan, jabatan permanen yang diisi oleh perusahaan perekrutan melambat dalam tingkat terlemah selama lima bulan terakhir. Laporan bulanan REC mengenai pekerjaan menunjukkan penurunan penempatan di London mencerminkan masalah perekrutan yang dihadapi sektor keuangan pada khususnya. Bank sentral percaya Brexit akan mengurangi jumlah migran yang datang ke Inggris, mendorong kenaikan upah, dan menambah tekanan inflasi. Sebelumnya pada Jumat, perusahaan akuntan publik BDO mengatakan keseluruhan penjualan seperti toko naik 2,9 persen (yoy), kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun.
Source: Republika October 06, 2017 10:52 UTC