Dirinya menambahkan, dua titik yang selama ini menjadi jalur “tengkorak” di Kota Minyak adalah Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara dan Jalan Mulawarman di Balikpapan Timur. Meski dua titik itu disebut menjadi lokasi paling rawan, dirinya mengaku resiko kecelakaan di wilayah kota juga tak kalah tinggi. Soal rentang usia, Noordhianto menyebut selama ini kecelakaan lalu lintas paling banyak melibatkan pengendara dengan usia 17 sampai 40 tahun. Remaja punya potensi besar menjadi penyebab dan korban kecelakaan lalu lintas. “Tindakan penilangan ini untuk memberi efek jera, agar ke depan mereka tidak melakukan pelanggaran lagi.
Source: Jawa Pos August 06, 2017 04:18 UTC