Kasus ini terungkap saat redaksi Radar Tegal (Jawa Pos Group) mendapat surat kaleng yang dikirim melalui kantor Pos Tegal, Selasa (1/11). Dalam surat itu ditulis kronologi aksi percobaan pemerkosaan terhadap Melati. Dikisahkan, beberapa waktu lalu, Melati dipanggil oleh guru kesenian yang berinisial MA ke ruang bengkel seni. Temanku trauma atas pengalaman buruk itu, dan selalu menangis kalau ingat," tulis isi surat itu dengan pengirim bernama Putik Bunga. Selamatkan kami dari pelecehan pak guru cabul yang entah sudah berapa murid yang menerima perlakuan seperti itu tapi dirahasiakan.
Source: Jawa Pos November 02, 2016 22:57 UTC