Bengkulu - Para petani kopi di Bengkulu mengeluhkan anjloknya harga biji kopi kering dari Rp 22.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram (kg) atau turun Rp 4.000 per kg. "Kami tidak mengerti kenapa harga tiba-tiba anjlok," kata Aswandi (43), petani kopi asal Kepahiang kepada SP, di Bengkulu, Rabu (26/9). Dengan harga kopi biji demikian, hasil panen habis untuk menutupi biaya perawatan, sehingga kesejahteraan petani kopi di Bengkulu, sulit tercapai. Ia mengatakan, anjloknya harga kopi karena produksi kopi Brasil dan Thailand melimpah di pasar dunia. Dengan demikian, kopi yang dieskpor Palembang dan Lampung, selama ini sebagian besar berasal dari kopi Bengkulu.
Source: Suara Pembaruan September 26, 2018 09:00 UTC