Golkar selaku partai pengusung, mengaku salah satu indiktor meduetkan Wahidin dan Andika lantaran faktor realitas politik di lapangan serta survei. “Terlebih tren saat ini, keterpilihan pasangan ini terus mengalami kenaikan. Agun mengungkapkan, penetapan pasangan WH-Andika juga bukan merupakan keputusan emosional, melainkan telah melalui proses-proses komunikasi dan prosedur yang telah diterapkan oleh DPP Partai Golkar. Secara implisit, Agun menyebutkan hingga saat ini masih ada pihak-pihak yang berusaha masuk ke DPP Partai Golkar untuk mengubah komposisi yang ada. “Tapi DPP tetap berpegang pada hal-hal mendasar, yaitu survey dengan potensi kemenangan dan realita politik di daerah,” katanya.
Source: Jawa Pos September 13, 2016 02:48 UTC