Mulai gestur pencitraan nirempati, menyangkal bahwa ada faktor kerusakan ekologis yang mendominasi penyebab bencana, hingga sikap merasa tersaingi oleh gerak cepat relawan dan influencer, ialah gambaran centang-perenang respons terhadap bencana. Masih ada berita baik lainnya, tapi tiga contoh di atas cukup untuk menjadi penanda bahwa mulai bangkit gerakan 'pertobatan ekologis' di berbagai belahan dunia. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita mendengar, melainkan apakah kita bersedia bertobat.Pertobatan ekologis bukan sekadar slogan hijau yang dipajang di baliho kebijakan. Pertobatan ekologis ialah kerja kolektif. Hanya dengan pertobatan ekologis, negeri ini bisa menyelamatkan jiwa, bukan saja dari bencana, melainkan dari kehilangan nurani.Kata Ebiet G Ade dalam Masih Ada Waktu yang dirilis pada 1988: 'Sampai kapankah gerangan, waktu yang masih tersisa?
Source: Media Indonesia January 02, 2026 23:11 UTC