Kamis, 06 April 2017 | 19:57 WIBTim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung berpose dengan lima terduga pelaku begal yang tewas ditembak. Facebook.comTEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian menilai aksi anggota Kepolisian Resor Kota Bandarlampung, Lampung yang berfoto di depan lima jenazah pelaku begal sebagai tindakan tidak etis. Setelah itu seharusnya tidak perlu ada foto seperti itu yang menurut pendapat saya tidak humanis dan tidak profesional," ujar Tito kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 6 April 2017. Baca juga: Polisi Berfoto dengan 5 Mayat Begal, Ini Penjelasan Mabes PolriDalam foto yang menjadi viral di media sosial tersebut, belasan anggota kepolisian tampak berdiri dan ada pula yang berjongkok di depan jenazah para pelaku begal yang dijajarkan di tanah. Meskipun secara hukum tembakan mati diperkenankan sepanjang polisi berhadapan dengan pelaku tindak kejahatan yang membahayakan mereka, aksi berfoto bersama jenazah pelaku tidak dibenarkan.
Source: Koran Tempo April 06, 2017 12:45 UTC