Perbuatan S dan rekannya diduga kuat ingin memecah belah masyarakat di Kota BekasiREPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Tim Satuan Tugas Antihoax Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota tengah memburu aktor intelektual dalam kasus penyebarluasan berita bohong atau hoax dengan tujuan mengacaukan jalannya Pilkada di wilayah hukum setempat. "Tinggal aktor intelektualnya yang sedang kita kejar," kata Waka Polrestro Bekasi Kota AKBP Widjonarko di Bekasi, Senin (28/5). Selebaran berisi lima poin pemberitahuan itu ditujukan kepada umat Muslim di Kota Bekasi yang bertujuan memprovokasi untuk tidak memilih pasangan nomor urut 1 Rahmat Effendi-Tri Adhiyanto. Dikatakan Widjonarko, perbuatan S dan rekannya diduga kuat ingin memecah belah masyarakat di Kota Bekasi melalui momentum Pilkada. "Barang bukti yang kami amankan berupa ponsel merk samsung J7 Prime warna putih dan tujuh akun Whatsaap yang dipakai S untuk memviralkan kabar bohong itu," katanya.
Source: Republika May 28, 2018 14:48 UTC