REPUBLIKA.CO.ID, BUJUMBURA -- Polisi di Burundi menembak dan melukai seorang mahasiswa dan supir taksi, Jumat (3/6). Dua pekan lalu, lebih dari 300 siswa dari sebuah sekolah di lingkungan ibu kota Ruziba dikirim pulang karena alasan yang sama. Penasihat senior PBB Stefan Feller dari Jerman kemudian mengatakan, keputusan itu merupakan hasil dari tuduhan pelanggaran hak asasi manusia oleh polisi di Burundi. Insiden terjadi selama protes oleh siswa sekolah terhadap penangkapan rekan-rekan mereka karena mengotori potret Presiden Pierre Nkurunziza. Seorang petugas polisi yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan penembakan terhadap siwa dan supir taksi.
Source: Republika June 04, 2016 04:30 UTC