"Sudah ada 14 rekening yang kita minta blokir dan kemudian kita mohonkan untuk dilakukan analisis," ujar Martinus di Mabes Polri, Jakarta, Kamia (31/8/2017). (Baca juga Polisi Tangkap Terduga Pembuat Grup Saracen)Martinus mengatakan, polisi meminta bantuan Pusat Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menganalisis aliran dana masuk dan keluar di rekening tersebut. Dengan demikian, akan diketahui dari mana saja suntikan dana untuk Saracen dan digunakan untuk apa saja dana yang tertampung di sana. (Baca juga ICMI: Kelompok Saracen Tak Boleh Dibiarkan)"Sehingga bisa dipahami bahwa apakah ada sebuah pemesanan atau ada satu komunikasi yang terkait dengan upaya melakukan penyesatan terhadap informasi yang ada," kata Martinus. Media yang digunakan untuk menyebar konten tersebut antara lain di Grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com, dan berbagai grup lain yang menarik minat warganet untuk bergabung.
Source: Kompas August 31, 2017 15:00 UTC