Proyektil yang ada di lokasi akan diuji ke Belanda dan Australia lebih dulu. Mereka dalam konteks ini melanggar disiplin karena membawa senjata api saat pengamanan demo,” kata Kabag Penum Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Senin (7/10/2019). Dalam demo berdarah itu, autopsi menunjukan jika Rendi tewas karena mengalami luka tembak, satu lagi mahasiswa tewas karena luka serius, sedangkan satu lagi ibu hamil terkena tembak di kaki. “Dari enam orang yang sudah diperiksa itu mereka melanggar SOP pengamanan unjuk rasa. Pengamanan unjuk rasa sudah dijelaskan berkali-kali tidak boleh membawa senpi.
Source: Suara Pembaruan October 07, 2019 12:33 UTC