Pelaku, kata Boy, memanfaatkan terbatasnya kuota haji dan antusiasme tinggi masyarakat yang ingin segera melaksanakan rukun Islam ke lima itu. Terkait masalah tersebut, Boy meminta masyarakat yang ingin beribadah haji bisa lebih jeli memilih agen perjalanan. Masyarakat, kata Boy, diharapkan tidak mudah terlena oleh berbagai penawaran menarik yang ditawarkan. Sehingga, masyarakat yang ingin beribadah haji tidak mengalami persoalan serupa 177 jemaah calon haji WNI yang ditangkap di Filipina. "(Masyarakat) harus diberi pemahaman, jangan sampai orang yang tidak bertanggngjawab seperti ini yang mengurus masyarakat kita.
Source: Kompas September 12, 2016 10:07 UTC